cara mengatur keuangan pribadi
Mengatur keuangan pribadi menjadi salah satu keterampilan penting dalam kehidupan sehari-hari. Penghasilan besar belum tentu membuat kondisi finansial aman jika pengeluaran terus meningkat tanpa perencanaan. Sebaliknya, seseorang dengan penghasilan sederhana tetap dapat membangun kondisi keuangan yang sehat ketika mampu mengelola uang secara disiplin.
Banyak orang merasa gajinya cepat habis meskipun tidak membeli barang mahal. Pengeluaran kecil seperti makan di luar, transportasi, belanja online, langganan aplikasi, hingga biaya hiburan dapat menguras penghasilan secara perlahan. Karena itu, Anda perlu mengetahui ke mana uang pergi setiap bulan.
Lalu, bagaimana cara mengatur keuangan pribadi agar gaji tidak cepat habis?
Jawabannya bisa dimulai dari langkah sederhana. Catat seluruh pemasukan, periksa pengeluaran, buat anggaran, sisihkan tabungan, siapkan dana darurat, dan tentukan tujuan finansial. Dengan kebiasaan tersebut, Anda dapat menggunakan uang secara lebih terarah tanpa harus menghilangkan seluruh kesenangan dalam hidup.
Pengelolaan keuangan yang baik membantu Anda mengambil keputusan finansial dengan lebih bijak. Selain itu, kebiasaan tersebut dapat mengurangi risiko kehabisan uang sebelum menerima gaji berikutnya.
Keuangan yang teratur juga memberikan beberapa manfaat, seperti:
Oleh karena itu, mengatur uang bukan hanya tentang menghemat pengeluaran. Tujuan utamanya adalah memastikan setiap pemasukan memiliki fungsi dan tujuan yang jelas.
Tidak ada satu metode yang cocok untuk semua orang. Kondisi setiap individu berbeda karena penghasilan, kebutuhan, tanggungan, utang, dan tujuan finansial juga berbeda.
Meskipun demikian, beberapa langkah berikut dapat menjadi dasar praktis untuk mengelola keuangan sehari-hari. Anda bisa menyesuaikan setiap langkah dengan kondisi dan kemampuan masing-masing.
Langkah pertama dalam cara mengatur keuangan pribadi adalah mengetahui jumlah penghasilan yang Anda terima setiap bulan.
Jika Anda memiliki pekerjaan tetap, gunakan penghasilan bersih yang masuk ke rekening setelah berbagai potongan. Sementara itu, orang yang memiliki pekerjaan sampingan perlu memasukkan pendapatan tambahan ke dalam perhitungan.
Beberapa sumber penghasilan yang bisa Anda catat antara lain:
Setelah itu, hitung rata-rata penghasilan jika nominalnya berubah setiap bulan. Bagi pekerja dengan pendapatan tidak tetap, gunakan angka yang konservatif ketika membuat anggaran.
Sebagai contoh, Anda memperoleh Rp4 juta, Rp5 juta, dan Rp6 juta dalam tiga bulan terakhir. Jangan langsung menggunakan Rp6 juta sebagai dasar anggaran. Sebaiknya gunakan angka yang lebih aman agar kebutuhan tetap terpenuhi ketika pendapatan menurun.
Setelah mengetahui pemasukan, cari tahu ke mana uang Anda pergi. Untuk melakukannya, catat seluruh pengeluaran selama minimal satu bulan.
Jangan hanya mencatat biaya besar seperti sewa rumah, cicilan, listrik, atau belanja bulanan. Pengeluaran kecil juga perlu masuk dalam catatan.
Misalnya:
Anda dapat menggunakan aplikasi pencatat keuangan, spreadsheet, atau catatan sederhana di smartphone.
Selanjutnya, kelompokkan pengeluaran menjadi tiga bagian.
Kebutuhan mencakup makanan, tempat tinggal, transportasi, listrik, kesehatan, dan kebutuhan utama lainnya.
Keinginan mencakup hiburan, nongkrong, belanja non-esensial, serta pembelian barang yang sebenarnya belum Anda perlukan.
Kewajiban mencakup cicilan dan pembayaran utang yang harus Anda selesaikan setiap bulan.
Dengan pembagian tersebut, Anda dapat melihat bagian mana yang paling banyak menghabiskan uang.
Setelah mengetahui pemasukan dan pengeluaran, langkah berikutnya adalah membuat anggaran.
Salah satu metode yang sering digunakan adalah aturan 50/30/20. Dalam metode ini, Anda dapat membagi penghasilan menjadi:
Namun, Anda tidak harus mengikuti pembagian tersebut secara kaku. Kondisi setiap orang berbeda.
Misalnya, seseorang yang tinggal di kota dengan biaya sewa tinggi mungkin membutuhkan lebih dari 50% penghasilannya untuk kebutuhan. Sebaliknya, orang yang tinggal bersama keluarga mungkin memiliki ruang lebih besar untuk menabung.
Karena itu, buatlah anggaran yang realistis dan sesuai dengan kondisi Anda.
Misalnya Anda menerima gaji bersih Rp5 juta setiap bulan. Berikut contoh pembagiannya:
| Kebutuhan | Persentase | Nominal |
|---|---|---|
| Kebutuhan utama | 50% | Rp2.500.000 |
| Keinginan | 20% | Rp1.000.000 |
| Tabungan dan dana darurat | 20% | Rp1.000.000 |
| Tujuan finansial lainnya | 10% | Rp500.000 |
Angka tersebut hanya contoh. Anda dapat mengubahnya sesuai kebutuhan, jumlah tanggungan, cicilan, serta target finansial.
Salah satu cara mengatur keuangan agar tidak boros adalah membedakan kebutuhan dan keinginan.
Sebelum membeli sesuatu, coba tanyakan kepada diri sendiri:
“Apakah saya benar-benar membutuhkan barang ini sekarang?”
Pertanyaan sederhana tersebut dapat membantu mengurangi pembelian impulsif.
Contohnya, membeli makanan karena Anda belum makan termasuk kebutuhan. Namun, membeli makanan tambahan hanya karena melihat promo belum tentu menjadi kebutuhan.
Hal serupa berlaku ketika Anda ingin membeli gadget baru. Jika smartphone yang digunakan masih berfungsi dengan baik, Anda mungkin belum membutuhkan perangkat baru.
Meski begitu, Anda tetap boleh menikmati hasil kerja. Kuncinya adalah memasukkan pengeluaran tersebut ke dalam anggaran agar tidak mengganggu kebutuhan utama dan tabungan.
Banyak orang menabung dari sisa uang setelah memenuhi seluruh kebutuhan. Sayangnya, cara tersebut sering membuat tabungan tidak bertambah karena uang sudah habis terlebih dahulu.
Sebagai alternatif, sisihkan uang untuk tabungan segera setelah menerima penghasilan.
Misalnya, Anda ingin menabung Rp500 ribu setiap bulan. Begitu gaji masuk, langsung pindahkan nominal tersebut ke rekening khusus tabungan.
Dengan cara ini, Anda tidak perlu menunggu sisa uang pada akhir bulan.
Selain itu, Anda dapat menggunakan sistem transfer otomatis agar proses menabung berjalan lebih konsisten.
Memisahkan rekening dapat membantu Anda mengontrol penggunaan uang.
Sebagai contoh, gunakan:
Rekening pertama untuk kebutuhan sehari-hari.
Rekening kedua untuk dana darurat dan tabungan.
Rekening ketiga untuk tujuan finansial atau investasi.
Cara ini membuat uang memiliki fungsi masing-masing. Dengan demikian, Anda tidak mudah menggunakan dana tabungan untuk kebutuhan konsumtif.
Khusus dana darurat, pilih tempat penyimpanan yang mudah diakses ketika terjadi keadaan mendesak. Namun, hindari mencampurnya dengan rekening yang biasa Anda gunakan untuk belanja.
Dana darurat menjadi bagian penting dalam perencanaan keuangan. Dana ini berfungsi sebagai cadangan ketika Anda menghadapi kebutuhan yang tidak terduga.
Contohnya:
Besarnya dana darurat dapat berbeda untuk setiap orang. Faktor seperti jumlah tanggungan, jenis pekerjaan, dan pengeluaran bulanan perlu menjadi pertimbangan.
Sebagai gambaran, seseorang dengan pengeluaran wajib Rp4 juta per bulan dapat menargetkan dana darurat beberapa kali jumlah pengeluaran tersebut.
Jika belum mampu mengumpulkan dana dalam jumlah besar, mulailah dengan nominal kecil. Menyisihkan Rp300 ribu atau Rp500 ribu secara rutin tetap lebih baik daripada tidak mulai sama sekali.
Utang dapat menjadi masalah ketika jumlah cicilan terlalu besar dibandingkan penghasilan.
Karena itu, periksa seluruh cicilan yang Anda miliki. Catat jumlah pembayaran, biaya tambahan, serta waktu pelunasannya.
Kemudian, prioritaskan utang yang memiliki bunga atau biaya paling tinggi.
Hindari menambah utang hanya untuk membeli barang yang tidak mendesak. Penggunaan paylater dan kartu kredit juga perlu mengikuti kemampuan pembayaran.
Jika cicilan sudah menghabiskan sebagian besar penghasilan, fokuskan anggaran untuk mengurangi utang terlebih dahulu sebelum menambah pengeluaran konsumtif.
Menabung tanpa tujuan terkadang membuat seseorang mudah mengambil kembali uang yang sudah disimpan.
Karena itu, tentukan target yang spesifik.
Contohnya:
“Saya ingin mengumpulkan Rp12 juta dalam satu tahun untuk dana darurat.”
Target tersebut membuat Anda memiliki angka yang jelas. Untuk mencapai Rp12 juta dalam 12 bulan, Anda perlu menyisihkan sekitar Rp1 juta setiap bulan.
Anda juga dapat membagi tujuan berdasarkan jangka waktunya.
Contohnya:
Misalnya:
Contohnya:
Dengan target yang jelas, Anda akan lebih mudah menentukan prioritas penggunaan uang.
Menghemat uang bukan berarti Anda harus berhenti menikmati hidup. Sebaliknya, fokuslah pada pengeluaran yang tidak memberikan manfaat sepadan.
Coba periksa kembali transaksi selama satu bulan.
Apakah Anda membayar beberapa layanan streaming yang jarang digunakan? Apakah Anda sering membeli makanan melalui aplikasi hanya karena promo? Apakah Anda berbelanja online tanpa membuat daftar kebutuhan?
Jika jawabannya iya, kurangi pengeluaran tersebut secara bertahap.
Uang yang berhasil dihemat kemudian dapat dialihkan untuk tabungan, dana darurat, membayar utang, atau tujuan finansial lainnya.
Jika Anda ingin meningkatkan penghasilan melalui internet, Anda juga dapat mempelajari strategi digital marketing untuk mengembangkan bisnis dan pemasukan online sebagai salah satu topik yang masih berkaitan dengan pengelolaan keuangan dan peningkatan pendapatan.
Selain metode 50/30/20, Anda dapat mencoba metode lain.
Metode ini mengalokasikan seluruh penghasilan ke dalam kategori tertentu. Setiap rupiah memiliki tujuan sehingga Anda dapat mengetahui fungsi uang sebelum membelanjakannya.
Metode ini membagi uang berdasarkan kategori pengeluaran. Anda dapat menentukan batas untuk makanan, transportasi, hiburan, dan kebutuhan lainnya.
Metode ini mengutamakan tabungan sebelum membelanjakan uang untuk kebutuhan lainnya.
Tidak perlu mencoba semua metode sekaligus. Pilih sistem yang paling mudah Anda jalankan secara konsisten.
Mengatur keuangan membutuhkan evaluasi secara rutin. Luangkan waktu sekitar 20–30 menit pada akhir bulan untuk memeriksa kondisi finansial.
Ajukan beberapa pertanyaan berikut:
Kemudian, gunakan hasil evaluasi tersebut untuk membuat anggaran berikutnya.
Jika pengeluaran pada satu kategori terlalu tinggi, kurangi nominalnya pada bulan berikutnya. Sebaliknya, jika Anda berhasil menghemat lebih banyak, alihkan selisihnya ke tujuan finansial.
Mari gunakan contoh sederhana.
Seseorang menerima penghasilan bersih Rp5 juta setiap bulan. Ia tidak memiliki utang besar dan ingin membangun dana darurat.
Anggaran bulanannya dapat terlihat seperti berikut:
Totalnya mencapai Rp5 juta.
Namun, kondisi setiap orang tentu berbeda. Jika Anda memiliki cicilan besar, tanggungan keluarga, atau biaya tempat tinggal yang tinggi, pembagian tersebut perlu disesuaikan.
Yang paling penting adalah memastikan pengeluaran tetap berada dalam batas kemampuan.
Walaupun sudah membuat anggaran, beberapa kebiasaan dapat menghambat kondisi finansial. Berikut beberapa kesalahan yang sebaiknya Anda hindari.
Menunggu sisa uang di akhir bulan sering membuat tabungan tidak berkembang. Sebaiknya, tentukan nominal tabungan sejak awal.
Pengeluaran kecil dapat terlihat sepele. Namun, jika Anda melakukannya setiap hari, jumlahnya dapat menjadi besar dalam satu bulan.
Media sosial sering menampilkan gaya hidup yang terlihat menarik. Namun, jangan membandingkan kondisi finansial Anda dengan orang lain karena setiap orang memiliki penghasilan dan tanggung jawab berbeda.
Dana darurat memiliki fungsi khusus. Jangan gunakan uang tersebut untuk membeli barang yang sebenarnya tidak mendesak.
Investasi membutuhkan pemahaman mengenai risiko dan tujuan. Karena itu, jangan memilih instrumen investasi hanya karena sedang populer.
Membuat anggaran hanya menjadi langkah awal. Tantangan berikutnya adalah menjalankannya secara konsisten.
Agar lebih mudah, terapkan beberapa kebiasaan berikut:
Selain itu, jangan terlalu keras pada diri sendiri ketika sesekali keluar dari anggaran. Cari tahu penyebabnya, lakukan penyesuaian, kemudian lanjutkan kembali kebiasaan finansial yang sehat.
Mulailah dengan mencatat pemasukan dan pengeluaran. Setelah itu, buat anggaran bulanan, pisahkan kebutuhan dan keinginan, sisihkan uang untuk tabungan, siapkan dana darurat, dan tentukan tujuan finansial.
Buat anggaran sebelum membelanjakan gaji. Selanjutnya, sisihkan uang untuk tabungan pada awal bulan, batasi pengeluaran konsumtif, dan catat setiap transaksi.
Tidak ada persentase yang berlaku untuk semua orang. Anda dapat menjadikan 20% sebagai titik awal, kemudian menyesuaikannya dengan penghasilan, kebutuhan, utang, dan tujuan finansial.
Periksa transaksi selama satu bulan untuk menemukan sumber kebocoran. Setelah itu, kurangi pengeluaran yang tidak penting dan buat batas pengeluaran untuk setiap kategori.
Ya. Dana darurat membantu menghadapi kebutuhan tidak terduga tanpa harus mengambil utang atau mengganggu tabungan untuk tujuan lain.
Anda dapat mempertimbangkan investasi setelah kebutuhan utama tertata, arus kas lebih sehat, dan dana darurat mulai terbentuk. Pelajari risiko setiap instrumen sebelum mengambil keputusan.
Cara mengatur keuangan pribadi tidak harus rumit. Anda dapat memulainya dengan memahami jumlah pemasukan, mencatat pengeluaran, membuat anggaran, memisahkan kebutuhan dan keinginan, serta menyisihkan uang secara rutin.
Selanjutnya, bangun dana darurat dan kendalikan utang konsumtif. Setelah kondisi keuangan lebih stabil, tentukan tujuan jangka pendek, menengah, dan panjang agar setiap tabungan memiliki arah yang jelas.
Tidak perlu menunggu memiliki penghasilan besar untuk mulai mengelola uang. Justru, kebiasaan mengatur keuangan sejak sekarang dapat membantu Anda menghadapi kebutuhan masa depan dengan lebih siap.
Pada akhirnya, tujuan utama pengelolaan keuangan bukan sekadar memiliki banyak uang. Yang lebih penting adalah memiliki kendali atas penghasilan sehingga Anda dapat memenuhi kebutuhan saat ini, menikmati hasil kerja secara bijak, dan mempersiapkan masa depan dengan lebih tenang.
Mobil memberikan kemudahan untuk bepergian, baik untuk aktivitas sehari-hari maupun perjalanan jarak jauh. Namun, kondisi…
Tips aman berkendara jauh penting untuk dipahami sebelum melakukan perjalanan antarkota atau perjalanan dengan jarak…
Cara mengatur waktu agar produktif menjadi keterampilan penting bagi siapa saja yang memiliki banyak aktivitas.…
Gaya hidup minimalis untuk anak muda semakin relevan di tengah kehidupan yang penuh dengan pilihan.…
Mengembangkan UMKM membutuhkan strategi yang tepat, konsisten, dan sesuai dengan kebutuhan pasar. Persaingan bisnis yang…
Banyak orang menunda memulai usaha karena merasa belum punya cukup modal, belum punya ide "yang…
This website uses cookies.